by : Project Pop
kawan dengarlah yang akan aku katakan
tentang dirimu setelah selama ini
ternyata kepala mu akan slalu botak
eh, kamu kayak gorila
cobalah kamu ngaca dulu di balapan
daripada gigi lo kayak klinci
yang ini udah gendut suka marah-marah
kau cacing kepanasan
tapi ku tak peduli
kau slalu dihati
kamu sangat berarti
istimewa dihati
slama nya rasa ini
jika tua nanti kita tlah hidup masing masing
ingatlah hari ini
ketika kesepian menyerang diriku
ngga enak resah ngga menentu
kutahu satu cara sembuhkan diriku
ingat teman temanku
don't you worry just be happy
teman mu disini
kamu sangat berarti
istimewa dihati
slama nya rasa ini
jika tua nanti kita tlah hidup masing masing
ingatlah hari ini
don't you worry don't be angry
mending happy happy
kamu sangat berarti
istimewa dihati
slama nya rasa ini
jika tua nanti kita tlah hidup masing masing
ingatlah hari ini
Friends forever
by : Vitamin C
And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn twenty five
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year, we won't be coming back
No more hanging out 'cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now 'cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real cool
Stay at home talking on the telephone with me
We'd get so excited, we'd get so scared
Laughing at ourselves thinking life's not fair
And this is how it feels
[Chorus]
As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends forever
So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school
Still be trying to break every single rule?
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels
[Chorus]
La, la, la, la
Yeah, yeah, yeah
La, la, la, la
We will still be friends forever
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow (somehow)?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us 'round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn twenty five
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year, we won't be coming back
No more hanging out 'cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now 'cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real cool
Stay at home talking on the telephone with me
We'd get so excited, we'd get so scared
Laughing at ourselves thinking life's not fair
And this is how it feels
[Chorus]
As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends forever
So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school
Still be trying to break every single rule?
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels
[Chorus]
La, la, la, la
Yeah, yeah, yeah
La, la, la, la
We will still be friends forever
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow (somehow)?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us 'round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
Persahabatan
Raihlah janji yang Tuhan b’ri,
didalam hatimu yang suci
Serasa aku tak percaya,
harapan dia b’ri dalam hidupku
Kita s’lalu berdekatan,
Tak terasa kini kan berpisah
kesatuan hati yang terbuka,
yang membuat kita kuat
REFF :
Persahabatan kan kekal bila yesus beserta
Persahabatan tak kenal perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba, pulang ke rumah Bapa
Waktu hidup tak panjang, bersahabatlah
in eng vers :
didalam hatimu yang suci
Serasa aku tak percaya,
harapan dia b’ri dalam hidupku
Kita s’lalu berdekatan,
Tak terasa kini kan berpisah
kesatuan hati yang terbuka,
yang membuat kita kuat
REFF :
Persahabatan kan kekal bila yesus beserta
Persahabatan tak kenal perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba, pulang ke rumah Bapa
Waktu hidup tak panjang, bersahabatlah
in eng vers :
Intro - G - B - E - A - D = 4x's (verse 1) G Bm Em Packing up the dreams God planted, Am D/F# C/D In the fertile soil of you, G Bm Em9 Cant believe the hopes He's granted, Am7 D/F# Means a chapter in your life is through, (bridge) D/F E But well keep you close as always, Am9 Cm It wont even seem youve gone, G Bm Em cause our hearts in big and small ways, Am7 D/F# C/G G C/D will keep the love that keeps us strong, G D/F# C D And friends are friends forever if the Lords the Lord of them, G D/F# C D And a friend will not say never cause the welcome will not end, Bsus4 B Em C Though its hard to let you go, in the Fathers hands we know, Am7 D7sus4 G That a lifetimes not too long, to live as friends, (verse 2) And with the faith and love God's given, Springing from the hope we know, We will pray the joy you live in, Is the strength that now you show, (bridge) But we'll keep you close as always, It won't even seem you've gone, 'Cause our hearts in big and small ways, Will keep the love that keeps us strong, (chorus) G D/F# C D And friends are friends forever if the Lords the Lord of them, G D/F# C D And a friend will not say never cause the welcome will not end, B Em C Though its hard to let you go, in the Fathers hands we know, Am7 C/D G That a lifetimes not too long, to live as friends, (chorus-keychange) Ab Eb/G C# Eb And friends are friends forever if the Lords the Lord of them, Ab Eb/G C# Eb And a friend will not say never cause the welcome will not end, C Fm C# Though its hard to let you go, in the Fathers hands we know, Bbm7 C#/Eb That a lifetimes not too long, to live as friends, C F C# Though its hard to let you go, in the Fathers hands we know, Bbm7 Eb Eº Fm That a lifetimes not too long, to live as friends, Bbm7 C/Eb Ab No, a lifetime's not too long to live as friends
Jadikan Kami Satu (Kami Rendahkan Diri)
Jonathan P. Key: G G Bm C G/D D Kami rendahkan diri di hadapan-Mu G Bm C B Membawa hancur hati saat berseru Em D A/C# Agar kami saling melengkapi tubuh-Mu C Am D Seperti Kau dan Yesus adalah satu Reff: G D Em Bm Jadikan kami satu s'perti kerinduan-Mu C G/B A D Agar dunia tahu bukti nyata dari kasih-Mu G D Em C Sebelum kami pergi memb'ritakan kasih-Mu Am7 D Mulailah dari kami lebih dulu G jadikan kami satu
PBL Blok 6
Tajam
Penglihatan dan Kelainan Refraksi
VANIA LEVINA
102011259
KELOMPOK D5
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Jln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta
11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) 563-1731
Pendahuluan
Mata adalah
organ fotosensitif yang
kompleks dan berkembang lanjut yang memungkinkan analisis cermat
tentang bentuk, intensitas cahaya, dan warna yang dipantulkan obyek.
Mata terletak di
dalam struktur tengkorak
yang melindunginya, yaitu orbita.
Banyak sekali penyakit yang
bisa menyerang pada mata, walaupun mata
berukuran sangat kecil
dibandingkan dengan ukuran bagian
tubuh kita yang lain. Penyakit mata ini sangat mengganggu penderitanya karena
dapat menyebabkan hilangnya
penglihatan.
I.
Istilah tidak diketahui
Visus : ketajaman melihat
II.
Rumusan masalah
-
Kemampuan penglihatan mata menurun dalam
waktu 2 minggu
-
Anjuran memakai kacamata
III.
Hipotesis
Penurunan kemampuan penglihatan mata
dipengaruhi oleh usia.
Mind mapping
A.
Histologi Mata
Setiap
mata terdiri dari 3 lapisan : 1. Lapisan luar/tunika fibrosa (sklera, limbus
kornea, kornea), 2. Lapisan tengah/tunika vaskulosa (koroid, korpus siliar,
iris), 3. Lapisan dalam/tunika fibrosa (retina) yang terdiri atas lapisan
lapisan epitel pigmen luar dan lapisan retina sebenarnya di dalam. Retina
fotosensitif sebenarnya berhubungan dengan SSP melalui nervus optikus dan
meluas ke depan ke ora serata (peralihan dari pars seka retina ke pars optika
retina). Mata mengandung 3 kompartemen : 1. Bilik anterior (menempati ruang
antara kornea dan iris dan lensa, 2. Bilik posterior ( diantara iris proses
siliar, perlekatan zonula, dan lensa ), 3. Ruang vitreus ( terdapat d belakang
lensa dan perlekatan zonula dan dikelilingi oleh retina). Bilik anterior dan
posterior mengandung cairan rendah protein yang disebut humor akuaduktus. 1,2
Gambar 1. Stuktur
interna mata
Lapisan
luar atau Tunika Fibrosa
Sklera
adalah lima perenam tunika fibrosa ; pada manusia, sklera membentuk segmen bola
bergaris tengah ±22mm. Sklera terdiri atas jaringan ikat padat yang liat,
terutama terdiri atas berkas kolagen gepeng yang berjalin, namun tetap paralel
terhadap permukaan organ, cukup banyak subsatansi dasar, dan beberapa
fibroblas. Permukaan sklera, yaitu episklera dihubungkan oleh sebuah sistem
longgar serat-serat kolagen halus pada lapisan padat jaringan ikat yang disebut
simpai Tenon. Ia berhubungan dengan stroma konjungtiva longgar pada batas
kornea dan sklera. Diantara simpai tenon dan sklera terdapat ruang Tenon. Ruang
longgar inilah yang memungkinkan bola mata dapat bergerak memutar ke segala
arah. 1
Kornea
adalah seperenam bagian anterior-tidak berwarna dan transparan. Irisan
melintang kornea menunjukkan bahwa kornea terdiri atas lima lapisan : epitel,
membran bowman, stroma, membran Descemet, dan endotel. Epitel kornea itu
berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk dan terdiri atas 5 atau 6 lapisan sel.
Pada bagian basal epitel ini tampak banyak gambaran mitosis yang mencerminkan
kemampuan regenerasi kornea yang hebat. Masa pergantian sel-sel ini kurang
lebih 7 hari. Sel-sel permukaan kornea menampakkan mikrovili yang terjulur
kedalam ruang yang diisi lapisan tipis air mata pra-kornea, yaiut lapisan
pelindung terdiri atas lipi dan glikoprotein, setebal ± 7µm. Kornea memiliki suplai
saraf sendoris yang paling besar diantara jaringan mata.1
Gambar
2 lapisan kornea
Sumber :
http://duniamata.blogspot.com/2010/05/struktur-bola-mata-kornea.html
Dibawah
epitel kornea terdapat lapisan homogen tebal, antara 7-12µm. Ia terdiri atas serat-serat
kolagen yang bersilang secara acak dan pemadatan substansi interseluler, namun
tanpa sel. Inilah membran Bowman, yang sangat membantu stabilitas dan kekuatan
kornea.1
Stroma
terdiri dari banyak lapisan berkas kolagen paralel yang saling menyilang tegak
lurus. Serabut kkolagen yang ada dalam setiap lamel saling berjajar paralel dan
melintasi seluruh lebar kornea. Diantara lapisan-lapisan itu terjepit
juluran-juluran sitoplasma fibroblas, yang tampak gepeng mirip sayap kupu-kupu.1
Membran Descemet
adalah struktur homogen tebal (5-10µm) terdiri atas filamen kolagen halus
tersusun berupa jalinan 3 dimensi.1
Endotel kornea
adalah epitel selapis gepeng. Sel-sel ini memiliki organ khas bagi sel-sel yang
secara aktif mentransporkan dan membuat protein untuk sekresi, yang mungkin
berhubungan dengan pembuatan dan pemeliharaan membran Descemet. Enotel dan
epitel korenea berfungsi mempertahankan kejernihan kornea.1
Limbus
( batas kornea dan sklera ) adalah daerah peralihan dari berkas-berkas kolagen
bening dari kornea menjadi serat-serat buram putih dari sklera. Ia sangat
vaskular, dan pembuluh darahnya memegang peran penting dalam proses radang
kornea.1
Lapisan
tengah atau Tunika Vaskular
Lapisan vaskular tediri
atas 3 bagian : koroid, korpus siliaris,
dan iris.
Koroid
adalah lapisan yang sangat vaskular. Dianntara pembuluh darahnya terdapat
jaringan ikat longgar dengan banyak fibroclas, makrofag, sel mast, sel plasma,
dan serat elastin.juga terdapat banyak melanosit yang memberi warna hitam yang
khas. Lapisan dalam koroid lebih banyak mengandung pembuluh darah kecil
daripada lapisan luar dan disebut lapisan kariokapiler. Ia memiliki fungsi
memberi nutrusi pada retina. Membran hialin amorf tipis (3-4µm) memisahkan
lapisan kariokapiler ini dari retina. Lapisan ini dikenal sebagai membran Bruch
dan meluas dari diskus optikus sampai ke ora serrata. Diskus optikus juga
disebut papila optikus, adalah daerah tempat nervus optikus memasuki bola mata.1
Korpus siliaris
adalah sebuah perluasan koroid ke anterior setinggi lensa, merupakan cincin
tebal yang utuh pada permukaan dalam bagian anterior skelra; ia membentuk
potongan segitiga pada potongan melintang. Salah satu permukaanya berkontak
dengan korpus vitreus, satu dengan sklera, dan yang ketiga dengan lensa dan kamera
akuli posterior. Struktur histologik korpus silaris pada dasarnya adalah
jaringan ikat longgar ( dengan banyak serat elastin, pembuluh, dan melanosit,
mengellilingi muskulus siliaris.1
Iris
Merupakan perluasan koroid yang sebagian Merupakan perluasan koroid yang
sebagian menutup lensa menutup
lensa. Permukaan anterior iris tidak teratur dan kasar, dengan
rabung dan alur. dibentuk oleh sel
pigmen tidak utuh dan fibroblast. dibawah lapisan ini ,ditemui jaringan ikat,
lapisan berikutnya, jaringan ikat
longgar yang lapisan berikutnya,
jaringan ikat longgar yang sangat
vascular. epitel dalam berhubungan dengan bilik posterior , penuh granul. Bagian
epitel luar , memiliki juluran mirip lidah , bagian basal radier , dipenuhi miofilamen yang ,membentuk “
muskulus dilatator pupil” dari iris .Banyaknya pigmmuskulus dilatator pupil”
dari iris . Banyaknya pigmen mencegah
masuknya cahaya kedalam mata kecuali yang melalui pupil.1
Lensa
Bentuk bikonkaf sangat
elastis, suatu sifat yang makin hilang dengan meningkatnya usia karena lensa
mengerasnya. Lensa memiliki 3 komponen utama.
Simpai lensa atau kapsul lensa ( pembungkus
) memiliki tebal kurang lebih 10-20mikrometer, bersifat homogen, refraktil, dan kaya
karbohidrat . Struktur histologisimpai
lensa merupakan membrana basal
yang sangat tebal, terdiri atas kolagen
tipeIV dan glikoprotein amorf. Epitel
supkapsular terdiri atas , selapis sel epitel
kuboidyang hanya
pada permukaan anterior lensa. Serat lensa, tersusun memanjang dan tampak sebagai strukur tipis & pipih. Serat
lensa merupakan sel yang berkembang jauh berasal dari sel epitel
subkapsular, yang akhirnya kehilangan inti dan organellain dan menjadi sangat panjang 7-10 mm, lebar
8-10 mikrometer, tebal 2mkrometer.
Serat lensa berisikan sekelompok protein yang disebut “kristalin”.Produksi serat lensa berlangsung seumur hidup,
namun makin lama makin berkurang.1
Korpus vitreus menempati ruang mata dibelakang lensa dan merupakan geltransparan yang terdiri dari air, 99%, kolagen, glikosaminoglikan yang
berhidrasi berat, yang unsur utamanya adalah asam hialuronat.
Lapisan
Dalam atau Tunika Nervosa
Retina adalah lapisan dalam bola mata yang terdiri atas 2 bagian, yaitu
bagian posterior yang fotosensitif dan bagian anterior yang tidak
fotosensitif, menyusun lapisan dalam korpus siliaris dan bagian posterior
iris. Epitel pigmen terdiri atas selsilindris dengan inti dibasal. Dearah basal
sel melekat erat pada membran Bruch dan membran
sel memiliki banyak invaginas basal. Membran lateral sel menunjukkan tautan sel dengan zonula okludens dan zonula
adherens yang mencolok pada apeksnya,
selain pada desmosom & taut rekah. Apeks sel memiliki banyak julurandari
2 jenis mikrovili langsing dan selubung silindris yang membungkus ujung-ujungdari fotoreseptor. Apeks sel penuh vesikel padat
dengan berbagai bentuk yangmerupakan berbagai tahap fagositosis dan pencernaan
ujung-ujung segmen luar fotoreseptor.1
Retina pars
optika terdiri atas lapisan luar, yang terdiri dari sel-sel fotosensitif, yaitusel batang (rods) dan sel kerucut (cones), lapisan
tengah neuron bipolar yangmenghubungkan sel batang & kerucut dengan
sel ganglion, dan lapisan dalam sel-selganglion yang berhubungan dengan sel
bipolar melalui denrit dan mengirim akson kesusunan saraf pusat. Akson –akson
berkumpul pada papil optikus membentuk nervusoptikus.1,2
Di antara lapisan batang dan kerucut dan sel-sel bipolar
terdapat daerah yang disebutlapisan
pleksiform luar atau lapisan sinaptik, tempat terbantuknya sinaps antara selrods dan cones. Daerah tempat terbentuknya sinaps
sel bipolar den sel gangliondisebut lapisan pleksiform dalam.
Gambar 3 lapisan retina pars optica
Sumber : Mariano. Atlas histologi manusia. Jakarta: EGC
Penerbit Buku Kedokteran; 1992 p.255
B. Anatomi Mata
Rongga orbita merupakan suatu rongga yang dibatasi dinding tulang dan
berbentuk seperti piramida bersisi empat dengan puncak menuju ke arah
foramen optik. Di bagian belakang dari rongga orbita terdapat tiga
lubang :
o Foramen optik yang merupakan ujung bagian orbita kanal optik memberi jalankepada saraf
optik, arteri oftalmik dan saraf simpatik -Fisura orbita superior yang dilalui oleh vena oftalmik, saraf-saraf
untuk otot-ototmata ( N III, N IV dan N VI ) serta cabang pertama saraf
trigeminus-Fisura orbita inferior yang
dilalui cabang ke-II N V, saraf maksilla serta arteriinfraorbita yang
merupakan sensorik untuk daerah kelopak mata bawah, pipi, bibir atas dan
gigi bagian atas.Sekitar tulang orbita
didapatkan ruangan-ruangan seperti rongga hidung dan beberapa sinus
yaitu sinus etmoid, sinus sphenoid, sinus frontaldan sinus maksila.3,4
Isi rongga orbita terdiri atas bola mata dengan saraf
optiknya, 6 otot penggerak bolamata, kelenjar air mata, pembuluh darah cabang
arteri oftalmik, saraf cranial III, IV,VI, lemak dan fasia yang merupakan
bantalan untuk bola mata. Dari luar ke dalam
kelopak mata terdiri atas kulit, jaringan longgar, jaringan otottarsus, fasia dan paling dalam konjungtiva. Tarsus
berperan sebagai kerangkakelopak mata, merupakan suatu keeping jaringan tipis,
tetapi padat.konjungtivaterdiri atas 3 bagian yaitu konjungtiva palpebra,
konjungtiva bulbi dan fornikskonjungtiva.Dinding bola mata bagian depan ialah kornea yang merupakan jaringan yang
jernihdan bening, bentuknya hamper sebagai lingkaran dan sedikit lebih lebar
pada arahtransversal dibanding arah vertikal, batas anatara kornea dan
sclera disebut limbus.3,4
Isi bola mata terdiri atas lensa, uvea, badan kaca dan
retina.
C.
Keadaan
mata normal
Tajam
Penglihatan
Secara teoritis, cahaya yang
datang dari sumber titik jauh, ketika difokuskan ke retina akan menjadi
bayangan yang sangat kecil. Namun, karena susunan lensa mata yang tidak
sempurna, bintik di retina biasanya mempunyai diameter total kera-kira 11
mikrometer walaupun sistem optiknya masih sangat baik. Bintik itu paling terang
di bagian tengah dan mengabur ke arah tepi.5
Diameter rata-rata konus yang terdapat di kerucut retina, yang merupakan bagian tengah retina tempat terbentuknya penglihatan yang paling tajam, besarnya kira-kira 1,5 mikrometer, yakni sepertujuh diameter titik cahaya. Namun, oleh karena titik cahaya itu mempunyai bagian tengah yang terang dan bagian tepi yang gelap, maka kita baru dapat membedakan dua titik yang terpisah bila bagian tengah dari kedua titik itu mempunyai jarak pada retina sebesar kira-kira 2 mikrometer, di mana jarak ini sedikit lebih besar daripada lebar konus yang ada di bagian kerucut.
Pada mata manusia dengan ketajaman penglihatan normal, sudut yang digunakan untuk membedakan dua titik sumber cahaya adalah 26 detik arc. Jadi bila berkas cahaya yang berasal dari dua titik terpisah itu mengenai mata dengan sudut antara kedua titik paling sedikit 25 detik, maka biasanya kedua titik itu dapat dikenali sebagai dua titik, bukan sebagai satu titik. Ini berarti bahwa orang yang mempunyai ketajaman normal sewaktu melihat dua titik terang yang diletakkan 10 meter darinya, maka ia sulit membedakan kedua titik itu sebagai dua titik yang terpisah bila terpisah 1,5 sampai 2 milimeter.5
Fovea mempunyai diameter kurang dari 0,5 milimeter (kurang dari 500 mikrometer), yang berarti bahwa ketajaman penglihatan maksimal dapat terjadi pada hanya 2 derajat lapang pandangan. Di luar area fovea, tajam penglihatan akan berkurang secara progresif sampai sepuluh kali lipat, dan semakin ke arah perifer akan semakin memburuk. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan antara sebagian sel batang dan kerucut dengan serabut saraf yang sama di nonfovea, yaitu bagian yang lebih perifer pada retina.5
Diameter rata-rata konus yang terdapat di kerucut retina, yang merupakan bagian tengah retina tempat terbentuknya penglihatan yang paling tajam, besarnya kira-kira 1,5 mikrometer, yakni sepertujuh diameter titik cahaya. Namun, oleh karena titik cahaya itu mempunyai bagian tengah yang terang dan bagian tepi yang gelap, maka kita baru dapat membedakan dua titik yang terpisah bila bagian tengah dari kedua titik itu mempunyai jarak pada retina sebesar kira-kira 2 mikrometer, di mana jarak ini sedikit lebih besar daripada lebar konus yang ada di bagian kerucut.
Pada mata manusia dengan ketajaman penglihatan normal, sudut yang digunakan untuk membedakan dua titik sumber cahaya adalah 26 detik arc. Jadi bila berkas cahaya yang berasal dari dua titik terpisah itu mengenai mata dengan sudut antara kedua titik paling sedikit 25 detik, maka biasanya kedua titik itu dapat dikenali sebagai dua titik, bukan sebagai satu titik. Ini berarti bahwa orang yang mempunyai ketajaman normal sewaktu melihat dua titik terang yang diletakkan 10 meter darinya, maka ia sulit membedakan kedua titik itu sebagai dua titik yang terpisah bila terpisah 1,5 sampai 2 milimeter.5
Fovea mempunyai diameter kurang dari 0,5 milimeter (kurang dari 500 mikrometer), yang berarti bahwa ketajaman penglihatan maksimal dapat terjadi pada hanya 2 derajat lapang pandangan. Di luar area fovea, tajam penglihatan akan berkurang secara progresif sampai sepuluh kali lipat, dan semakin ke arah perifer akan semakin memburuk. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan antara sebagian sel batang dan kerucut dengan serabut saraf yang sama di nonfovea, yaitu bagian yang lebih perifer pada retina.5
D. Kelainan refraksi
Hasil pembiasan sinar pada mata
ditentukan oleh media penglihatan yang terdiri atas kornea , cairan mata,
lensa, benda kaca dan panjangnya bola mata . pada orang normal susunan
pembiasan oleh media penglihatan dan panjang nya bola mata demikian seimbang
sehingga bayangan benda setelah melalui media media penglihatan dibiaskan tepat
di daerah makula lutea mata yang normal di sebut sebagai mata emetropeia dan
akan menempat kan bayangan tepat di retina pada keadaan mata tidak berakomodasi
atau istirahat melihat jauh
dikenal beberapa titik didalam bidang refraksi.6
EMETROPIA
Emetropia berasal dari kata
Yunani, emetros yang berarti ukuran normal atau dalam keseimbangan wajar,
sedang arti opsis adalah penglihatan. Mata dengan sifat emetropia adalah mata
tanpa adanya kelainan refraksi. Pada mata ini daya bias mata adalah normal,
dimana sinar yang sejajar atau jauh difokuskan oleh system optik mata tepat di
daerah macula lutea tanpa mata melakukan akomodasi.6
Pada mata emetropia terdapat
keseimbangan antara kekuatan pembiasan sinar dengan panjangnya bola mata.
Kesimbangan dalam pembiasan sebagian besar ditentukan oleh dataran depan
kelengkungan kornea dan panjangnya bola mata. Kornea mempunyai daya pembiasan
sinar terkuat dibanding media refraksi lain. Lensa memegang peranan terutama
pada saat melakukan akomodasi atau bila melihat benda yang dekat. Panjang bola
mata seseorang dapat berbeda-beda. Bila terdapat kelainan pembiasan sinar oleh
kornea (mendatar atau mencembung) atau adanya perubahan panjang (lebih panjang
atau lebih pendek) bola mata, maka sinar normal tidak dapat terfokus pada
makula. Keadaan ini disebut sebagai Anomali Refraksi (ametropia) dapat berupa
myopia, hipermetropia atau astigmatisme.6
AKOMODASI
Akomodasi adalah kemampuan lensa
mata untuk menambah daya bias lensa dengan kontraksi otot siliar, yang menyebabkan
penambahan tebal dan kecembungan lensa sehingga bayangan benda pada jarak yang
berbeda-beda akan terfokus di retina.
Dikenal beberapa teori akomodasi seperti :
Dikenal beberapa teori akomodasi seperti :
- Teori akomodasi Helmholtz: Dimana zonula Zinn mengendur akibat kontraksi otot siliar sirkular, mengakibatkan lensa yang elastis mencembung. Ini merupakan proses aktif.
- Teori akomodasi Tscherning: Dasarnya adalah bahwa nucleus lensa tidak dapat berubah bentuk sedang yang dapat berubah bentuk adalah bagian lensa superficial atau kortex lensa. Pada waktu akomodasi terjadi tegangan pada zonula Zinn sehingga nucleus lensa terjepit dan bagian lensa superfisial menjadi cembung. Ini merupakan proses pasif.
PRESBIOPIA
Presbiopia adalah kemunduran
kemampuan lensa mencembung karena bertambahnya usia, sehingga memberikan
kesukaran melihat dekat tetapi untuk melihat jauh tetap normal.6
Gangguan akomodasi pada usia lanjut dapat terjadi
akibat :
- Kelemahan otot akomodasi
- Lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa.
Akibat gangguan akomodasi ini, maka pada pasien yang berumur 40 tahun atau lebih, akan memberikan keluhan setelah membaca yaitu berupa lelah, berair dan sering terasa perih.
Pada pasien presbiopia diperlukan kacamata baca atau adisi untuk membaca dekat yang berkekuatan tertentu, dimana bagian atas lensa untuk melihat jauh sedang bagian bawah untuk melihat dekat, biasanya :
- Kelemahan otot akomodasi
- Lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa.
Akibat gangguan akomodasi ini, maka pada pasien yang berumur 40 tahun atau lebih, akan memberikan keluhan setelah membaca yaitu berupa lelah, berair dan sering terasa perih.
Pada pasien presbiopia diperlukan kacamata baca atau adisi untuk membaca dekat yang berkekuatan tertentu, dimana bagian atas lensa untuk melihat jauh sedang bagian bawah untuk melihat dekat, biasanya :
+ 1,0 D untuk usia 40 tahun
+ 1,5 D untuk usia 45 tahun
+ 2,0 D untuk usia 50 tahun
+ 2,5 D untuk usia 55 tahun
+ 3,0 D untuk usia 60 tahun
+ 1,5 D untuk usia 45 tahun
+ 2,0 D untuk usia 50 tahun
+ 2,5 D untuk usia 55 tahun
+ 3,0 D untuk usia 60 tahun
Pemeriksaan adisi untuk membaca
perIu disesuaikan dengan kebutuhan jarak kerja pasien pada waktu membaca,
pemeriksaan sangat subjektif sehingga angka-angka di atas tidak merupakan angka
yang tetap.6
ANOMALI REFRAKSI
Anomali refraksi atau ametropia
adalah kelainan refraksi mata, di mana sinar sejajar yang datang tidak terfokus
pada retina karena ketidakseimbangan kekuatan pembiasan media penglihatan
dengan panjang bola mata.
Ametropia dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk kelainan:3,6
Ametropia dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk kelainan:3,6
- Miopia
- Hipermetropia
- Astigmatisme
- Presbiopia
Kelainan refraksi ini dapat dikoreksi dengan memakai kacamata ataupun lensa kontak.
MIOPIA
Miopia adalah bentuk anomali
refraksi, dimana sinar-sinar pada mata yang istirahat akan dibiaskan pada satu
titik di depan retina.
Dikenal beberapa bentuk myopia seperti :
a. Miopia refraksi, bertambahnya indeks bias media penglihatan dimana lensa menjadi lebih cembung sehingga pembiasan lebih kuat.
b. Miopia aksial, miopia akibat panjangnya sumbu bola mata, dengan kelengkungan kornea dan lensa yang normal.3,6
Dikenal beberapa bentuk myopia seperti :
a. Miopia refraksi, bertambahnya indeks bias media penglihatan dimana lensa menjadi lebih cembung sehingga pembiasan lebih kuat.
b. Miopia aksial, miopia akibat panjangnya sumbu bola mata, dengan kelengkungan kornea dan lensa yang normal.3,6
Menurut derajat beratnya miopia dibagi dalam :
- Miopia sangat ringan sampai dengan – 1.00 D
- Miopia ringan – 1.00 s/d – 3.00 D
- Miopia sedang – 3.00 s/d – 6.00 D
- Miopia tinggi – 6.00 s/d –10.00 D
Menurut perjalanan myopia dikenal bentuk :6
a. Miopia stasioner, myopia yang menetap setelah dewasa
b. Miopia progresif, myopia yang bertambah terns pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata.
c. Miopia maligna, miopia yang berjalan progresif, yang dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan.
a. Miopia stasioner, myopia yang menetap setelah dewasa
b. Miopia progresif, myopia yang bertambah terns pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata.
c. Miopia maligna, miopia yang berjalan progresif, yang dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan.
Pengobatan pasien dengan miopia
adalah dengan memberikan kacamata sferis negatif terkecil yang memberikan
ketajaman maksimal. Penyulit yang dapat timbul pada pasien miopia adalah
terjadinya ablasi retina dan juling. Juling biasanya esotropia yang dapat
terjadi akibat mata berkovergensi terus menerus atau eksotrofi ke luar yang
dapat disebabkan karena fungsi satu mata telah berkurang (ambliopia).6
HIPERMETROPIA
Hipermetropia adalah suatu bentuk anomali refraksi
di mana sinar¬-sinar sejajar akan dibiaskan pada satu titik di belakang ratina
pada mata dalam keadaan istirahat. Penyebabnya adalah karena daya pembiasan
mata terlalu lemah (Hipermetropia refraktif), atau akibat sumbuh mata terlalu
pendek (Hipermetropia aksial).
Hipermetropia dikenal dalam bentuk :6
Hipermetropia dikenal dalam bentuk :6
- Hipermetropia manifes ialah hipermetropia yang dapat dikoreksi dengan kacamata positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal.
- Hipermetropia absolut, dimana kelainan refraksi tidak diimbangi dengan akomodasi dan memerlukan kacamata positif untuk melihat jauh.
- Hipermetropia fakultatif, dimana kelainan hipermetropia dapat diimbangi dengan akomodasi ataupun dengan kacamata positif.
- Hipertropia laten, dimana kelainan hipermetropia tanpa sikloplegia diimbangi seluruhnya dengan akomodasi.
- Hipermetropia total,
hipermetropia yang ukurannya didapat sesudah diberikan sikloplegia.
Gejala yang ditemukan pada hipermetropia adalah
penglihatan dekat dan jauh kabur, sakit kepala, silau dan kadang rasa juling
atau lihat ganda. Pengobatan hipermetropia adalah diberikan koreksi
hipermetropia manifes dimana tanpa sikloplegia didapatkan ukuran lensa positif
maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal (6/6). Bila terdapat juling
ke dalam diberikan kacamata koreksi hipermetropia total.6
Pada pasien dengan hipermetropia sebaiknya
diberikan kacamata sferis terkuat atau lensa positif terbesar yang masih
memberikan tajam penglihatan maksimal. Penyulit yang dapat terjadi adalah
esotropia dan glaucoma. Esotropia terjadi akibat pasien selamanya melakukan akomodasi.
Glaucoma sekunder terjadi akibat hipertrofi otot siliar pada badan siliar yang
akan mempersempit sudut bilik mata.
ASTIGMATISME
Astigmatisme adalah suatu kelainan refraksi dimana
sinar yang sejajar tidak dibiaskan dengan kekuatan yang sama pada seluruh
bidang pembiasan sehingga focus pada retina tidak pada satu titik. Ini
disebabkan karena :6
- Kelainan kornea, perubahan lengkung kornea dengan atau tanpa pemendekan atau pemanjangan diameter anterior posterior bola mata, dapat merupakan kelainan kongenital atau aquisita (kecelakaan, peradangan kornea atau post operasi).
- Kekeruhan di lensa, biasanya
pada katarak insipiens atau imatur.
Dikenal 5 macam astimatisme yaitu :
1. Astigmatisme miopikus simpleks
2. Astigmatisme miopikus kompositus
3. Astigmatisme hipermetropikus simpleks
4. Astigmatisme hipermetropikus kompositus
5. Astigmatisme mikstus
Daftar Pustaka
1. Kelley
R O, Junqueira L C, Carneiro J. Histologi dasar. Ed 8. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran; 1997
h.462-70
2. Wibawani
N. Histologi mata. Jakarta; FK UKRIDA; 2012 h.1
3. Sloane
E. Fisiologi dan anatomi untuk pemula. Jakarta : EGC Penerbit Buku Kedokteran; 1995 h.187
4. Richard S S. Anatomi klinik. Ed 3 (III).
Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran; 1997 h 126
5.
Guyton.
Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed 7 (I). Jakarta : EGC Penerbit Buku
Kedokteran . 1995. h. 11
6.
Ilyas H
S. Ilmu penyakit mata. Ed 3. Jakarta : EGC Penerbit Buku Kedokteran . 2005. h. 72-82
PBL Blok 5
Gangguan
Muskuloskelatal pada Telapak
Tangan
VANIA LEVINA
102011259
KELOMPOK D5
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN
KRIDA WACANA
Jln. Arjuna Utara No. 6
Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) 563-1731
Pendahuluan
Tangan manusia merupakan salah satu struktur tubuh
manusia yang paling mengagumkan. Dimana terdapat tulang, otot dan persendian
yang dengan demikian tangan dapat menjadi alat bantu untuk menggenggam serta
menunjukkan ekpresi psikologi. Namun, dalam kehidupan sehari-hari manusia
melakukan banyak aktivitas yang dapat menyebabkan gangguan fungsional pada
tulang.
A. Identifikasi
Istilah yang Tidak Diketahui
-
(-) Tidak
ada
B. Rumusan
Masalah
-
Pembengkakan jari
2,3, dan 4
-
Kesulitan menulis
dan menggenggam
Tujuan :
Mengetahui bagian sistem muskuloskeletal pada tangan
Hipotesis :
Pembengkakan di jari tangan dikarenakan ganggaun pada
tulang, sendi, dan otot jari yang menyebabkan kesuliatan menulis dan menggengam.
Pembahasan
Mind mapping

A.
Tulang tapak tangan ( Ossa Manus )
Ada delapan
tulang tapak tangan, terdiri dari dua jajaran yang masing-masing terdiri dari
empat tulang. Jajaran proximal ( lateral ke medial ) terdiri dari : Os scaphoideum, lunatum, triquentrum, dan
pisiforme. Jajaran distal ( lateral ke medial ) : Os trapezium, Os trapezoideus, Os capitatum, dan Os Hamatum. Bersama-sama
tulang telapak tangan membentuk cekungan pada anterior.
Ossa manus terdiri dari : 1
1. Radius
2. Ulna
3. Processus styloideus ulnae
4.
Os lunatum

5. Os triquentrum
6. Os capitatum Ossa carpi
7. Os Hamatum
8. Basis ossi smetacarpalis III
9. Ossa metacarpi
10. Caput metacarpale
11. Phalanges proximalis manus
12. Phalanges mediae
13. Phalanges distales
14. Processu styloideus radii
15.
Os scaphoideum

16. Os trapezium Ossa Carpi
17. Os trapezoideum
18. Os metacarpale pollicis
19. Phalanx proximalis pollicis
20. Phalanx distalis pollicis
21. Basis phalanngis II
22. Caput palangis II
23. Tuberositas phalangis distalis
24. Corpus metacarpale III

B.
Hubungan Antartulang ( Artikulasi
/ Persendian )
Antartulang dalam tubuh
berhubungan satu dengan yang lain agar dapat melakukan fungsinya dengan baik.
Hubungan antartulang itu disebut persendian (artikulasi).
Berdasarkan keleluasaan gerakan yang dihasilkan, ada tiga jenis persendian, yaitu sinartrosis, sinfibrosis, dan diartrosis.2
a. Sinartrosis
Sinartosis adalah persendian yang tidak dapat
digerakkan. Ada dua tipe utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis.
Suture atau sinostosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan
jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah
persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin, contohnya hubungan antara
epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
b. Amfiartrosis atau Sinfibrosis
b. Amfiartrosis atau Sinfibrosis
Amfiartrosis atau Sinfibrosis adalah persendian
yang dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago), jaringan ikat serabut, dan
ligamen sehingga memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contohnya sendi antara
tulang betis dan tulang kering.
c. Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan
gerakan tulang-tulang secara leluasa. Misalnya sendi engsel pada lutut dan siku
serta sendi peluru pada pangkal paha dan lengan atas. Ujung tulang yang membentuk
persendian (diartrosis) bersifat khas, yaitu berbentuk bonggol, sedangkan ujung
yang lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol. Setiap permukaan sendi
dilapisi dengan tulang rawan hialin dan dibungkus dengan selaput sinovial yang
membentuk minyak sinovial. Minyak sinovial atau minyak sendi ini berfungsi
untuk melicinkan gerakan.
Diartrosis meliputi beberapa macam persendian. Berdasarkan arah gerak yang ditimbulkannya, diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan macam sendi yang dijelaskan sebagai berikut (lht tabel 01).
Tabel 01. Pembagian sendi menurut bentuk dan letaknya.2
Macam-macam Sendi
|
Terdapat pada
|
Gambar
|
1.
Sendi Engsel
Sendi engsel
adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah
|
Persendian pada tulang siku dan
lutut.
|
|
2.
Sendi Pelana
Sendi pelana
adalah persendian yang memungkinkan gerakan ke dua arah.
|
Persendian pada hubungan antara
tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.
|
|
3.
Sendi Putar
Sendi putar adalah persendian tulang yang satu mengitari tulang yang lain
sehingga menimbulkan gerak rotasi
|
tengkorak dengan tulang atlas
dan radius dengan ulna.
|
|
4.
Sendi Geser
Sendi geser
adalah persendian yang gerakannya hanya menggeser, kedua ujung agak rata dan
tidak berporos. Sendi geser disebut juga sendi kepat atau sendi avoid.
|
Persendian pada hubungan antara
ruas-ruas tulang belakang.
|
|
5.
Sendi Luncur Sendi luncur adalah persendian tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan badan melengkung ke depan, ke belakang atau memutar |
, Skapula dengan klavikula dan karpal dengan metakarpal. |
|
6.
Sendi Peluru Sendi peluru adalah persendian tulang yang gerakannya paling bebas di antara persendian yang lain, yaitu dapat bergerak ke segala arah. |
, Tulang lengan atas dengan gelang bahu dan tulang paha dengan gelang panggul. |
|
7.
Sendi Elipsoid / Kondiloid Mirip dengan sendi peluru, hanya saja sendi elipsoid memiliki bonggol dan ujung-ujung tulangnya tidak membulat, tetapi sedikit oval. Oleh karena itu, gerakan yang dihasilkan lebih terbatas dibandingkan dengan sendi peluru |
hubungan antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan |
Tabel 02. Pergerakan pada sendi dan otot-otot yang
bekerja.3
Gerakan pada jari
|
Gerakan
|
Otot yang
digunakan/bekerja
|
Jari 1
|
Sirkumduksi
|
Dimulai oleh M.
Abductor polllicis brevis dilanjutkan
oleh Mm.opponens pollicis & flex pollicis brevis disempurnakan oleh M>
adductor pollicis
|
Rotasi
|
Mm. Opponens
pollicis & flex pollicis brevis
|
|
Flexi
|
Mm. Flexor
pollicis longus et brevis
|
|
Adductio
|
M. Adductor
pollicis
|
|
Abductio
|
M. Abductor pollicis
|
|
Extentio
|
M. Ext. Pollicis
longud et brevis
|
|
Jari 2, 3, 4 ,
dan 5
|
Abductio (jari 5)
|
M.
Abductor digiti minimi
|
Abductio (jari
2,3,4)
|
M. interossei dorsalis
|
|
Adductio
|
M. interossei
volaris
|
|
Flexio, Art
metacarpa phalangea
|
M. interossei
& Mm. Lumbricales
|
|
Flexio, Art inter
|
(secara pasif)
|
|
Extentio, Art metacarpa phalangea
|
M. ext digitorum
communis
|
|
Extentio, Art
inter phalangea
|
M. lumbricales
|
C.
Otot – otot pada jari tangan
•
Musculi thenar (untuk jari 1) 4
–
M. Abductor pollicis
brevis
–
M. Flexor pollicis
brevis
–
M. Opponens pollicis
–
M. Adductor pollicis
•
Musculi hypothenar (untuk jari 2, 3, 4, dan 5 ) 4
–
M. Abductor digiti
minimi
–
M. Flexor digiti minimi
–
M. Opponens pollicis
–
M. Palmalis brevis
•
Mm Vola manus 4
-
Mm. lumbricales
-
Mm. palmar interossei
-
Mm. dorsal interossei
D.
Mekanisme kerja otot
Langkah-langkah
penggabungan eksitasi kontraksi dan relaksasi 5
Asetilkolin yang dikeluarkan dari ujung terminal neuron
motorik mengawali potensial aksi di sel otot yang merambat ke seluruh permukaan
membrann.
Aktiviktas listrik permukaan dibawa ke bagian tengah (
sentral ) serat otot oleh tubulus T.
Penyebaran potensial aksi ke tubulus T mencetuskan
pelepasan simpanan Ca++ dari kantung-kantung lateral retikulum sarkoplasma
di dekat tubulus.
Ca++ yang dilepaskan berikatan dengan troponin dan
mengubah bentuknya, sehingga kompleks troponi-tropomiosin secara fisik tergeser
ke samping, membuka tempat pengikatan jembatan silang aktin.
Bagian aktin yang telah terpajan tersebur berikatan
dengan jembatan silang miosin, yang sebelumnya mendapat energi dari penguraian
ATP menjadi ADP + Pi + energi
oleh ATPase miosin di jembatan silang.
Pengikatan aktin dan miosin di jembatan silang
menyebabkan jembatan silang menekuk, menghasilkan suatu geraka mengayun kuat
yang menarik filamen tipis kearah dalam. Pergeseran dari semua filamen tipis
yang mengelilingi filamen tebal memperpendek sarkomer ( kontraksi otot).
Selama gerakan mengayun yang kuat tersebut ADP dan Pi dibebaskan dari jembatan silang.
Perlekatan sebuah molekul ATP baru memungkinkan
terlepasnya jembatan silang, yang mengembalikan bentuknya ke konformasi semula.
Penguraian molekul ATP yang baru oleh ATPase miosin
kembali memberikan energi bagi jembatan silang.
Apabila Ca++
masih ada sehingga kompleks troponin-tropomiiosin tetap tergeser ke
samping, jembatan silang kembali menjalani siklus pengikatan dan penekukan,
menarik filamen tipis selanjutnya.
Apabila tidak lagi terdapat potensial aksi lokal danCa++ secara aktif telah kembali ke tempat
penyimpanannya di kantung lateral
retikulum sarkoplasma, kompleks troponin-tropomiosin bergeser kembalil ke
posisinya menutupi tempat pengikatan jembatan silang aktin, sehingga aktin dan
miosin tidak lagi berikatan di jembatan silang, dan filamen tipis bergeser
kembali ke posisi istirrahat seiring dengan terjadinya proses relaksasi.
Mekanisme
molekuler dari kontraksi otot 6
Mekanisme geser dari kontraksi gambar 01 menggambarkan dasar kontraksi dari kontraksi
otot. Gambar atas menunjukkan keadaan sarkomer berelakssasi dan gambar bawah
dakam keadaan kontraksi. Pada keadaan berelaksasi ujung-ujung filame aktin yang
berasla dari dua diskus Z yang berurutan hampir tidak overlap satu sama lainnya
sedangkan pada waktu yang sama ber-overlap dengan filamen miosin secara
sempurna. Sebaliknya, pada keadaan berkontraksi, filamen aktin ini telah
tertarik ke dalam di antara filamen miosin sehingga mereka sekarang overlap
satu sama lainnya secara luas. Diskus Z juga ditarik oleh filamen aktin sampai
ke ujung filamen miosin. Memang filamen aktin dapat ditarik mendekat saru sama
lainsedemikian kuatnya sehingga ujung-ujung filamen miosin benar-benar melekuk
selama kontraksi yang sangat kuat berlangsung. Jadi kontraksi otot terjadi
karena mekanisme pergeseran filamen. (lht gambar 01)
Gbr. 01 pergeseran filamen (kontraksi dan relaksasi)
Kesimpulan :
Kesulitan menulis dan
menggenggam tersebut dikarenakan adanya gangguan pada tulang yaitu pada os phalanges
2,3,dan 4.
Daftar pustaka
1.
Rohen J W, Yokochi C, Drecoll E L. Atlas anatomi manusia.
Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC. 1999. h. 354
2. Hubungan antartulang ( Artikulasi / Persendian ). Diunduh dari http://www.sentra-edukasi.com/2011/07/hubungan-antartulang-artikulasi.html, pada tanggal 15 maret 2012
3. Kopian ringkasan Myologi. 2007
4.
Wati W W, Salim D, Sumadikarya I K, Sariabudi M I,
Lumbanraja S M, Sutardhio H, dkk. Bahan kuliah blok 5. Jakarta : Fakultas
Kedokteran UKRIDA
5.
Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2001. h. 221
6.
Guyton. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed 7 (I). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995. h. 157
Langganan:
Postingan (Atom)